...:::Assalamualaikum wr. wb. ^_^ Welcome to interisti's home ^-^ Semoga hari-hari anda menyenangkan:::...

Selasa, 06 Desember 2011

EKSKLUSIF - Ernesto Paolillo: Sulit Teruskan Posisi Jose Mourinho





Prestasi istimewa yang ditorehkan Mourinho bersama Inter membuat para suksesor mengemban tugas sulit sebagai pengganti.

Prestasi mentereng yang diukir Jose Mourinho selama dua tahun menukangi Inter Milan menghadirkan dua sisi mata uang bagi I Nerazzurri.

Selama berkarier di Giuseppe Meazza, Mou memberikan total lima gelar, tiga di antaranya hadir sekaligus di musim 2009/10 termasuk Liga Champions, titel Eropa yang sudah 45 tahun tak dirasakan Inter.

Namun, keputusannya untuk kemudian menerima tawaran raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid, membuat La Beneamata oleng.

Empat pelatih sudah didatangkan Inter pascakepergian Mourinho, namun tak satu pun dianggap sukses meski Rafa Benitez sukses menghadirkan trofi Supercoppa Italiana dan Piala Dunia Antarklub serta Leonardo mencaplok Coppa Italia.

Gian Piero Gasperini didepak dini awal musim ini, sementara Claudio Ranieri sebagai pengganti pun belum memberikan dampak signifkan di Serie A, di mana Il Biscione telah menelan kekalahan keenam, 1-0 kontra Udinese weekend kemarin.

Ernesto Paolillo, CEO Inter, mengaku memang bukan tugas yang mudah bagi pelatih mana pun untuk mengambil alih peran Mourinho, yang rekam jejak kesuksesannya begitu terasa.

"Saya katakan kepada Anda, adalah sulit bagi setiap pelatih untuk datang ke sini setelah Mourinho. Pertama-tama, karena Mourinho adalah pelatih yang sangat, sangat hebat," kata Paolillo secara eksklusif kepada GOAL.com.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=369512?area=2l&pos=2&ord=369512"></script>

"Selain itu, dia juga telah mendapatkan segalanya karena dia memenangkan segalanya. Jadi datang ke sini setelah itu amat sulit karena pelatih-pelatih ini tiba di akhir sebuah siklus."

Sementara itu, mengomentari Ranieri sebagai arsitek Inter saat ini, Paolillo menilai pria berjuluk The Tinkerman itu sosok tepat memulai siklus anyar di Giuseppe Meazza.

"Ranieri sekarang tengah menunjukkan kinerja yang sangat, sangat bagus, dan saya pikir dia pelatih yang tepat untuk memulai sebuah siklus baru," tandasnya.

Walau masih melempem di Serie A, eks allenatore AS Roma dan Juventus itu membuat Inter menorehkan hasil cemerlang di Liga Champions. Dengan putaran penyisihan masih menyisakan satu partai, Inter sudah mengamankan jatah 16 besar sebagai juara Grup B.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar